MAKNA SYUKUR

Selalu bersyukur akan membuat kita bahagia.
Beberapa cerita berikut ini menggambarkannya…

Begitu memasuki mobil mewahnya, seorang direktur
bertanya pada sopir pribadinya, “Bagaimana kira-kira
cuac

our troop
Image by °°° Hudson °°° via Flickr

a hari ini?” Si sopir menjawab,
“Cuaca hari ini adalah cuaca yang saya sukai.”
Merasa penasaran dengan jawaban tersebut, direktur ini
bertanya lagi, “Bagaimana kamu bisa begitu
yakin?”.Supirnya menjawab, “Begini, pak, saya sudah
belajar bahwa saya tak selalu mendapatkan apa yang
saya sukai, karena itu saya selalu menyukai apapun
yang saya dapatkan”.

Jawaban singkat tadi merupakan wujud perasaan syukur.
Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting.
Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa
damai, tenteram, dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak
bersyukur akan senantiasa m! embebani kita. Kita akan
selalu merasa kurang dan tak bahagia.

Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur.
Pertama, kita sering memfokuskan diri pada apa yang
kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki.

Katakanlah Anda sudah memiliki sebuah rumah,kendaraan,
pekerjaan tetap, dan pasangan yang baik. Tapi Anda
masih merasa kurang.
Pikiran Anda dipenuhi berbagai target dan
keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar
dan indah, mobil
mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih
banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak
mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya,
walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati
kesenangan sesaat.
Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi.
Jadi,betapapun banyaknya harta yang kita miliki kita
tak pernah menjadi “kaya” dalam arti yang
sesungguhnya.

Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang
“kaya”.
Orang yang “kaya” bukanlah o! rang yang memiliki
banyak hal,tetapi orang yang dapat menikmati apapun
yang mereka miliki. Tentunya boleh-boleh saja kita
memiliki keinginan,tapi kita perlu menyadari bahwa
inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah
perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita
miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda,
pikirkan yang Anda miliki, dan
syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.
Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik
atasan,pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda.
Mereka akan menjadi lebih menyenangkan.

Seorang pengarang pernah mengatakan, “Menikahlah
dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah
orang yang Anda nikahi.” Ini perwujudan rasa syukur.

Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang
mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal
sepatunya sudah lama rusak.
Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai
kaki,tapi tetap ceria karena masih bisa mempergunakan
tangannya. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh
dan mulai mengucap syukur.
Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur
adalah adanya kecenderungan membanding-bandingkan diri
kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih
beruntung.Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang
lebih pandai,lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya
diri,dan lebih kaya dari kita.

Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau
dari rumput di pekarangan sendiri.

Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit
jiwa.Pasien pertama sedang duduk termenung sambil
menggumam,”Lulu, Lulu.”
Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah
yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, “Orang
ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu.” Si
pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain
ia terkejut melihat penghuninya terus menerus
memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, “Lulu,
Lulu”! . “Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?”
tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab, “Ya,
dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu.”…

Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati
apa yang kita miliki.Karena itu bersyukur merupakan
kualitas hati yang tertinggi.

Cerita terakhir adalah mengenai seorang ibu yang
sedang terapung dilaut karena kapalnya karam, namun
tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia
menjawab,”Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang
pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah
seberang.Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia
karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi
kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia
karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di
surga.”

Sumber: http://syahidfam.blogspirit.com/archive/2005/12/15/makna-syukur.html

Pos ini dipublikasikan di Archives. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s