Problem Solving: Perspektif Komprehensif

Oleh :  Asep  Setiawan*

 

I. Pendahuluan

Cara melihat masalah merupakan masalah. Begitulah dikatakan Steven Covey ketika menyebutkan bahwa penyelesaian masalah (problem solving) tidak hanya memfokuskan diri pada problemnya tapi cara-cara menghadapi persoalan yang muncul.[1]

Biasanya penyelesaian masalah tergantung bagaimana individu itu mensikapi apa yang dihadapinya serta interaksi antar individu ditambah lingkungan yang akan menentukan hasil akhir dari solusi yang dikehendakinya. Dengan kata lain, “jati diri” individu harus dilihat lebih dahulu sebelum diajukan cara-cara pembahasan persoalan seperti yang dikemukakan misalnya Ronnie Lessem.

Lessem berpendapat ada lima tahap dalam proses sampai ditemukan penyelesaian. Ia memulai dengan formulasi, interpretasi, konstruksi aksi, keputusan dan implementasi.[2]

Namun makalah ini secara singkat akan menempuh perspektif lebih komprehensif melalui sebuah kebiasaan efektif  yang disebut Covey dalam kerangka  private victory (kemenangan pribadi) dan public victory (kemenangan bersama).

 

II. Private Victory

a. Be proactive

Proaktif diartikan tak hanya mengajukan prakarsa. Istilah ini berarti kita sebagai manusia bertanggung jawab terhadap kehidupan kita sendiri. Perilaku kita ditentukan oleh keputusan sendiri bukan lingkungan. Kita memihak kepada nilai-nilai yang kita anut.Singkatnya, sikap ini mengandaikan kita berprakarsa dan bertanggung jawab agar sesuatu itu terjadi.

b. Begin with the End in Mind

Istilah ini bermakna memulai hari dengan citra, gambaran atau paradigma akhir hidup Anda sebagai kerangka acuan atau kriteria dimana semuanya ditimbang. Memulai dengan akhir berarti memulai dengan pemahaman yang jelas tujuan hidup Anda.

c. Put First Things First

Kebiasaan meletakan yang pertama pada posisi pertama ini merupakan hasil dari dua hal terdahulu. Prinsip ini merupakan pemenuhan, aktualisasi dan kemunculan alamiah dari faktor pertama dan kedua. Kebiasaan ini melaksanakan independensi kemauan untuk menjadi orang yang memiliki prinsip dalam hidupnya. Semua dilakukan melalui hari demi hari atau waktu demi waktu.

 

III. Public Victory

 

d. Think Win/Win

Prinsip ini bukanlah sebuah teknik tapi filosofi total interaksi antar manusia. Sedikitnya ada enam paradigma interaksi yakni Win/Win, Win/Lose, Lose/Win, Lose/Lose, Win,  and Win/Win or No Deal. Win/Win merupakan kerangka pikiran dan hati mereka yang secara konstan mencari keuntungan bagi semua manusia dalam interaksinya. Melalui prinsip ini semua orang merasa baik akan penyelesaia masalah dan komitmen untuk mengikutinya.

 

e. Seek  Frist to Understand, then to be Understood

Kebiasaan berusaa memhami kemudian dipahami ini melibatkan perubahan paradigam yang mendalam. Kita biasanya berusaha untuk dipahami. Kebanyakan orang tidak mendengar dengan niat memahami, mereka mendengar dengan niat menjawab. Mereka memfilter segala sesuatu melalui paradigmanya sendiri.

 

f. Synergize

Sinergi berarti keseluruhan lebih kuat daripada penjumlahan bagian-bagian yang ada. Ini berarti hubungan  antar bagian itu adalah bagian dari keseluruhan. Hubungan itu bukanlah sebuah bagian tapi interaksi paling bersatu dan paling berdaya.

 

g. Sharpen the Saw

Mempertajam gergaji adalah kebiasaan terakhir untuk memudahkan kita dalam pemecahan persoalan di rumah, di tempat kerja atau dalam kehidupan sehari-hari. Pada intinya kebiasaan ke tujuh ini akan memelihara dan mengembangkan aset terbesar yang kita miliki yakni fisik, ruhani, mental dan emosional/sosial.

 

 

III. Penutup

Sejumlah prinsip, resep atau anjuran bukanlah yang harus diikuti dengan menutup mata. Semua langkah dalam membuka hati dalam penyelesaian masalah adalah cara tertentu yang setiap orang memiliki gaya sendiri. Oleh karena itulah tujuh kebiasaan itu hanyalah rambu-rambu yang bisa memudahkan kita dalam menemukan solusi komprehensif dalam menganalisa masalah yang muncul dihadapan kita atau mungkin yang akan muncul kemudian.

 


* Asep Setiawan, Ketua Jurusan Ilmu Politik, FISIP  UMJ. Makalah disajikan dalam pelatihan Service Excellence UMJ, 3 September 1998.

[1] Steven R. Covey, The 7 Habits of Highly Effective People.New York, A Fireside Book, 1990.

[2] Ronnie Lessem, Global Management Principles. New York, Prentice Hall, 1989.

Reblog this post [with Zemanta]
Pos ini dipublikasikan di Arsip dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s