Shalat Secara Khusyuk Penyembuh Berbagai Penyakit

Bulan suci Ramadhan segera tiba. Selain diwajibkan berpuasa, di bulan penuh berkah dan ampunan ini, umat Islam juga dianjurkan untuk meningkatkan ibadah. Shalat misalnya, jika biasanya hanya mengerjakan shalat wajib, coba lakukan juga shalat sunah. Kualitas shalat kita juga harus ditingkatkan. Caranya? Usahakan shalat secara khusyuk.

Jika selama ini, Anda kerap shalat kurang khusyuk lantaran dikejar pekerjaan, kini rasakan ketika Anda melakukan ibadah ini secara khusyuk. Niscaya, Anda akan merasakan sesuatu yang berbeda. Anda akan merasa lebih dekat dengan Allah SWT. Patut pula Anda catat, shalat yang dikerjakan secara khusyuk juga bermanfaat untuk kesehatan.

Seperti dijelaskan dr Mohammad Rudiansyah MKes, staf pengajar pada Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, shalat secara khusyuk yang membuat seseorang benar-benar pasrah kepada Allah, bisa menjadi terapi atau penyembuh, penawar bahkan obat bagi beberapa penyakit. Bagaimana hal itu bisa terjadi?
Dijelaskan Rudiansyah, orang yang melakukan shalat dengan tenang dan rileks akan menumbuhkan energi tambahan dalam tubuhnya. Shalat berkualitas seperti ini juga mampu mengembalikan produksi endorphin di otak sehingga timbul rasa senang dan bahagia. Endorphin merupakan neurotransmiter (penghubung antara otak dengan seluruh jaringan syaraf dan pengendali seluruh fungsi tubuh) yang mirip opiat sehingga menimbulkan suatu euforia dan ketagihan. Nah, apabila seseorang mampu menikmati shalat karena bahagia bertemu Sang Pencipta, seperti seseorang yang bertemu kekasihnya, pastilah timbul perasaan bergetar, dada berdesir, serasa waktu berlalu dengan cepat, perasaan bahagia yang mendalam. ”Hal ini juga akan membangkitkan sistem kekebalan tubuh,”

Shalat secara khusyuk juga akan menurunkan kadar kortisol dalam darah. Apa ini artinya? Kortisol banyak berpengaruh terhadap kadar gula darah, kolesterol, dan lain-lain. Kortisol yang tinggi berpotensi meningkatkan pembentukan gula di hati, menaikkan berat badan karena distribusi lemak yang abnormal, juga meningkatkan tekanan darah. ”Hal inilah salah satunya yang menjelaskan mengapa seseorang yang menderita diabetes mellitus (kencing manis) sering diikuti dengan kadar kolesterol tinggi, hipertensi, dan kegemukan,” ungkap dokter yang tengah menempuh pendidikan spesialis penyakit dalam di FK-UGM ini.

Lebih lanjut Rudiansyah mengatakan, ketika seseorang melakukan shalat secara khusyuk maka hatinya terasa lapang, pikiran jernih, badan terasa enteng, dan tenang. Kondisi seperti ini, kata dia, mampu menyembuhkan penyakit-penyakit hati dan kejiwaan. ”Bagi seseorang yang mudah stres, jiwanya tidak tenang, depresi, serta pikiran selalu melayang-layang, maka shalat khusyuk akan mampu memperbaiki kondisi tersebut.”

Bagi sebagian Muslim, shalat khusyuk dianggap sangat sulit, bahkan tidak mungkin (mustahil). Mereka beranggapan, shalat khusyuk hanya milik para nabi atau wali. Sejatinya, tidaklah demikian. ”Kita pun pasti bisa mencapai shalat khusyuk asal berusaha menimbulkan rasa sambung, mengosongkan pikiran, berpasrah diri, dan menyerahkan semuanya kepada Allah.”
Hal senada juga dikatakan oleh Abu Sangkan, seorang ustaz asal Yogyakarta yang kerap memberi pelatihan shalat khusyuk. Ia juga dikenal sebagai penulis buku mengenai shalat khusyuk, salah satunya berjudul Pelatihan Shalat Khusyuk: Meditasi Tertinggi dalam Islam.

Dalam buku tersebut dinyatakan bahwa shalat khusyuk tidaklah sulit, namun juga tidak mudah. Menurut Abu Sangkan, rasa khusyuk tidak dapat diciptakan. Hanya saja, kita dapat memasuki dan menerima rasa khusyuk tersebut. ”Kita hanya mendapatkan, bukan menciptakan rasa khusyuk itu. Karena, hanya Allah SWT saja yang memberikan khusyuk itu seperti juga rasa marah, benci, senang, dan lainnya, semua dari Allah,” tulis Abu Sangkan.
Jadi, jika selama ini Anda merasa tidak yakin bisa menjalankan shalat secara khusyuk, kini saatnya untuk berupaya melakukannya. Jika telah berhasil melakukannya, bersiaplah untuk memetik manfaatnya.

Manfaat gerakan shalat
Betapa bermanfaatnya shalat khusyuk bagi kesehatan juga dikemukakan oleh dr Triwahyudi, peneliti pada Shalat Center Yogya. Selama empat minggu meneliti para peserta pelatihan shalat khusyu’ yang dipimpin oleh Ustaz Abu Sangkan, Triwahyudi menemukan, terjadi penurunan tekanan darah yang signifikan pada para peserta. Disimpulkan, shalat khusyuk mampu menurunkan tekanan darah (lihat tulisan kedua).

Gerakan-gerakan shalat, menurut dia, juga memiliki makna penting bagi kesehatan. Contohnya gerakan rukuk yang sangat baik pengaruhnya terhadap kesehatan tulang belakang seperti punggung dan pinggang. ”Dalam keseharian, kadang kita tidak menyadari posisi yang tidak baik untuk tulang punggung. Akibatnya, terjadi kelainan yang menimbulkan nyeri pinggang.”
Kelainan yang cukup sering terjadi adalah HNP (Hernia Nucleus Pulposus) atau serabut syaraf terjepit. Triwahyudi kemudian bercerita tentang seorang penderita HNP di Solo, Jawa Tengah, yang karena kelainan ini hingga tak mampu lagi berjalan. Namun, berkat menjalankan shalat khusyuk dan posisi rukuk yang cukup lama, maka serabut syaraf yang semula terjepit akhirnya terbuka. Hal ini dimungkinkan karena pada saat rukuk, posisi tulang belakang meregang sehingga aliran di daerah tersebut menjadi lebih lancar. Ini sejalan dengan salah satu hadis riwayat Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban yang artinya,”Apabila kamu rukuk, letakkanlah kedua telapak tanganmu pada lututmu, kemudian renggangkanlah jari-jarimu, lalu diamlah, sehingga setiap anggota badan (ruas tulang belakang) kembali pada tempatnya.”

Posisi sujud juga memiliki arti yang tak kalah penting bagi kesehatan. Sujud merupakan bukti bahwa manusia menyembah Allah dengan serendah-rendahnya. ”Pada posisi ini, aliran darah ke otak menjadi lebih besar karena gaya gravitasi sehingga akan memperkuat pembuluh darah otak dan Insya Allah mampu mencegah pecahnya pembuluh darah di otak (stroke). Banyak orang melakukan meditasi dengan jungkir balik (kepala di bawah) yang tujuannya juga sama. Ternyata dalam shalat juga sudah ada.”
(nri )
Sumber Republika,9 September 2007

Pos ini dipublikasikan di Arsip, Shalat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s